FINAL IDEAL, FINAL IDAMAN…MU vs BARCA
Akhirnya final Liga Champions mempertemukan 2 tim terbaik benua biru, setelah MU menghempaskan
Arsenal 3 – 1, malam tadi Barcelona sukses menahan imbang Chelsea di Stamford Bridge 1 – 1.
Barcelona sukses berkat keuntungan gol tandang pada babak injury time, saat bola yang di tendang
Iniesta masuk membobol gawang Peter Cech. Chelsea harus merelakan tiket ke final di Roma kepada
kesebelasan terbaik di Eropa.
Malam yang penuh gengsi, malam yang penuh ketegangan. Chelsea harus membayar mahal permainan bertahan nya kepada tim dengan penyerang-penyerang terbaik di Eropa. Iniesta salah satu anak kesayangan publik catalan adalah pemain yang mempunyai tingkat intelejensi diatas rata-rata, walaupun mempunyai postur kecil, Iniesta adalah pemain yang sangat mematikan.
Sekali lagi kita harus angkat jempol kepada pasukan Pep Guardiola, setelah sebelumnya sukses menghancurkan Madrid, semalam juga sukses merebut tiket ke final di Roma. Penyerang-penyerang terbaik bertemu dengan pemain-pemain bertahan terbaik, malam yang ideal bagi semua pecinta sepakbola indah. Ronaldo bisa beradu skill dengan Lionel Messi, si bocah ajaib dari Barcelona. Xavi Hendandes beradu strategi dengan Paul Scholes, dan Eto’o melawan Rio Ferdinand atau Vidic.
Malam yang menyisakan duka bagi kubu Chelsea, setelah unggul lebih dulu dengan gol spektakuler Michael Essien, Chelsea harus merelakan impian bertarung dengan MU untuk membalas dendam final musim lalu di Moscow. Apalagi melihat sikap tidak sportif Drogba. Apa yang dilakukannya sungguh-sungguh sangat tidak pantas, melihat Drogba tidak sepenuhnya bermain dalam pertandingan.
Emosi yang dikeluarkannya terhadap wasit sungguh-sungguh sangat tidak pantas, emosi seorang pecundang. Banyak membuang peluang, gampang jatuh itulah Drogba yang melampiaskan emosi kepada wasit. Semua harus menghormati wasit sebagai pemimpin pertandingan. Sesuai dengan kampanye dan slogan “RESPECT”, harusnya Drogba belajar.
Tinggal menunggu waktu menantikan 2 tim terbaik saat ini di benua biru, dan yang terbaik menjadi pemenang.
Tim terbaik dengan pemain terbaik dan pelatih terbaik, dukungan pendukung yang sangat besar di seluruh dunia. Biarlah sepak bola menjadi hiburan bagi semua orang di seluruh dunia, mempersatukan semua kalangan dengan hanya satu tujuan yang terbaik yang menjadi pemenangnya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.