Buah Simalakama Arsene Wenger

arsene_wenger Arsenal kembali kalah dalam pertarungan penuh gengsi dengan Manchester United menuju final
Liga Champions malam tadi. Mengawali pertandingan dengan nafsu untuk menghancurkan Mu, Arsenal
harus puas gawangnya di gelontor 3 gol oleh pemain MU dengan hanya di balas 1 lewat penalti van
Persie. Kekalahan ini sangatlah memukul hati para pendukung the gunners, karena selain mematahkan
rekor tak terkalahkan di Emirate Stadium, karena yang mengalahkan mereka adalah musuh bebuyutan
mereka selama beberapa tahun belakangan ini.

Kebijakan Arsene Wenger untuk menggunakan para pesepakbola belia memakan korban, dengan filosofinya
yang kuat untuk membuat pasukan muda yang bisa merajai sepakbola Inggris dan Eropa akhirnya Monsieur
Wenger harus tunduk pada pengalaman Sir Alex dalam meracik pasukan tua muda yang merajai Liga Inggris
dan Eropa. Kebijakan Monsieur Wenger tersebut sebenarnya dapat dipahami untuk membuat pasukan yang
konsisten dan bisa berkembang dalam waktu yang lama.

Arsene Wenger dalam pengabdiannya di Arsenal yang telah cukup lama, sampai saat ini belum berhasil
mempersembahkan gelar Eropa, gelar yang sangat di nanti-nantikan oleh para penggemar Arsenal. Apalah
artinya kesuksesan dalam liga domestik jika tidak dibarengi dengan kesuksesan di Eropa. Sir Alex
Ferguson pun dalam kebesarannya sebelum meraih mahkota Liga Champions untuk pertama kalinya pada tahun 1998, masih dianggap belum seberapa karena ukuran klub besar Eropa adalah berapa banyak mahkota Liga Champions ada di lemari klub.

Pasukan muda Wenger harus dimotivasi oleh para pemain-pemain berpengalaman, sebelumnya kita mengenal
Thierry Henry, Robert Pires, Lunjberg, Ashley Cole yang sebelumnya sempat berkiprah di Arsenal. Mereka
bisa memimpin pasukan muda sebelum menjadi pasukan yang sangat dihormati oleh lawan-lawannya. Kebijakan pasukan muda Monsieur Wenger telah menjadi buah simalakama buat dirinya sendiri. Apakah di tahun berikutnya dia masih mau menggunakan pasukan muda atau mau juga membeli pemain-pemain berpengalaman untuk membimbing pasukan mudanya.

Butuh waktu untuk melihat apakah kebijakan Monsieur Wenger bisa menjadi tim yang disegani di Eropa, atau
malah menjadi batu sandungan buat karir Monsieur Wenger sendiri. Sampai kapan para pendukung Arsenal harus menunggu buah kesuksesan kebijakan tersebut atau hanya menjadi seperti katak merindukan bulan. Atau Arsene Wenger akan pindah ke klub lain untuk menjadi pelatih seperti Real Madrid.

Leave a Reply