Kisah Sulastri dan Mayat-mayat di Bengawan Solo
Alkisah jaman dulu kala sosok mayat perempuan ditemukan terdampar di tepi Bengawan Solo. Mayat itu terdampar di desa Pilang, kecamatan Plupuh. Jaman dahulu tepi Bengawan Solo tidak securam seperti saat ini. Menurut cerita penduduk setempat waktu ia kecil dulu tepian Bengawan Solo landai dan berpasir seperti pantai di laut. Pasir-pasir itu kemudian di tambang. Setelah pasir bagian tepinya habis mereka lalu mulai mengeruk bangian tengah.
Lama kelamaan terjadi erosi dan hilanglah tepi yang landai itu berubah menjadi tepi yang curam seperti sekarang ini. Pada jaman penjajahan Belanda dan Orde Baru tidak ada yang berani menambang pasir di Bengawan Solo.
Penambangan mulai marak setelah reformasi 1998, ketika semua hukum dibalik. Hanya dalam tempo satu dasa warsa kerusakan hebat terjadi di sepanjang Bengawan Solo. Kerusakan Bengawan Solo memang akibat keserakahan manusia yang hidup di sepanjang alirannya.
Kisah selengkapnya :
http://fotokita.net/fk/blog/2009/04/ng-bengawan-solo-kisah-sulastri-dan-mayat-mayat-di-bengawan-solo/
Ditulis oleh Feri Latief / April 14th, 2009