GOLPUT = PENGECUT
GOLPUT…katanya golongan putih…apakah hatinya putih…apakah pikirannya putih….apakah tindakannya putih…cuma jargon kosong….GOLPUT adalah orang – orang yang tidak berani menentukan pilihan, dengan berbagai macam alasan, dengan berbagai macam dalih. Kalo aku bilang ya GOLPUT = Pengecut, dengan alasan banyaknya caleg lah…bingung memilihnya…kebanyakan partai lah…bingung.,..
Jika anda sudah lanjut usia, dan memilih untuk tidak menggunakan hak suara karena alasan bingung atau tidak tahu. Itu bisa dimaklumi, bagaimana jika anda kaum muda, yang merasa pintar…lulusan S1. Kaum pekerja kantoran, merasa keren dengan status kalian masih mempunyai alasan ” tidak tahu, atau beragam alasan lain..”. Saya cuma mau bilang, cuma seorang pengecut yang tidak mau dan tidak berani menggunakan hak suaranya.
Karena kita dikasih hak untuk bersuara, kenapa kita diam, kenapa kita takut. Nanti kalo ada jargon ” PEMILU wajib untuk orang yang berusia 17 ke atas “, pasti akan ada alasan untuk itu, melanggar hak asasi lah dari orang – orang seperti ini. GOLPUT apakah hati kalian putih…apakah pikiran kalian putih…atau ucapan kalian yang merasa putih.
Pesta Demokrasi milik semua, ini adalah hak kita sebagai warga negara. Bukan milik kaum CALEG…bukan milik PARPOL…milik kita sebagai warga negara RI. 1 suara = 1 harapan INDONESIA JAYA,..percayalah tidak semua CALEG itu tidak benar…kita harus percaya kepada orang yang kita pilih walaupun kita tidak kenal. Indonesia milik semua, bukan milik satu golongan atau satu parpol.
Saatnya kita memilih dan menggunakan hak pilih, demi kemajuan bangsa kita. Jangan pernah merasa takut untuk bersuara, jangan pernah takut untuk memilih. Karena setiap keinginan dan kemauan baik pasti mendapatkan hal yang baik. SUKSESKAN PEMILU LEGISLATIF 2009 DAN PEMILU PRESIDEN 2009. GOD BLESS INDONESIA.
April 13, 2009 at 8:25 am
GOLPUT ataupun yang memilih (memberi suara)…
Saya hanya bertanya, apakah betul insan insan yang ada itu sudah pantas bersuara? Karena bagi GOLPUT, mungkinlah mereka tidak bersuara karena telah pernah kecewa berat. bagi mereka bersuara juga tidak berguna, karena yang masih marak dalam pikiran sebagian caleg, berorientasi kepada materi…
Bagi insan yang bersuara, sebenarnya mereka juga tidak semuanya bisa bersuara, karena ada kenyataannya bahwa mereka tidak mendapatkan kartu pemilu untuk memeberikan suara mereka…
Pahamilah… Tidak semua GOLPUT dan Pemilih itu baik seluruhnya ataupun buruk seluruhnya… karena pahamilah pula bahwa di negara kita masih labil-labilnya…
April 14, 2009 at 3:02 pm
Setuju … (setuju sapa ya???)…
Golput bukannya tidak memilih. Golput adalah juga pilihan. Tidak semua orang berani untuk menjadi golput. Golput juga butuh nyali. Kenapa??? Karena golput, orang bisa ditangkap dengan tuduhan subversif. Karena golput, orang bisa terancam masuk neraka, karena ada fatwa golput=haram.
Jadi, golput bukan pilihan yang mudah hehehe … kecuali golput karena bangun kesiangan gak sempat ke TPS.
Ada banyak cara untuk berkarya bagi bangsa, gak cuma ikut pemilu. Lebih baik golput yang rajin bayar pajak daripada pemilih yang ikutan korupsi … sorry, terlalu ekstreem. Golput yang berani dengan lantang meneriakkan pelanggaran dalam proses pemilu, lebih jantan daripada pemilih yang TERPAKSA nyontreng karena takut dianggap anak haram. Tidak semua golput baik, dan tidak selalu golput itu buruk, IMHO.
Salam damai, majulah Indonesia!