Pemain Sepak Bola apa Preman
Mendengar berita kasus kematian Jumadi Abdi, salah seorang pemain PKT Bontang yang di tendang entah disengaja entah tidak semakin membuat aib di tubuh PSSI. Ini salah siapa…? salah wasit…salah pemain Persela atau salah PSSI yang tidak bisa menerapkan sangsi keras terhadap setiap tindakan yang sudah
melewati batas.
Mencederai saja sudah tidak dibenarkan, apalagi akibatnya membuat meninggal pemain lawan. Bersikap dewasalah pemain sepak bola nasional. Apakah permainan keras harus selalu berusaha mencederai lawan, kalian pemain sepak bola nasional apa tarkam ? apa kalian preman ? kalo kejadian seperti ini apakah kalian puas ?…
Denny Tarkas, pemain Persela yang melakukan tindakan tercela tersebut sudah sewajarnya tidak boleh bermain lagi di dalam dunia Sepak Bola tanah air. Apapun alasannya tindakan tersebut tidak di benarkan, apalagi di situs YouTube.com telah beredar luas cuplikan kejadian tersebut. Sebagai pecinta sepak bola nasional saya mengutuk tindakan Denny Tarkas yang telah mengakibatkan salah seorang pemain PKT Bontang meninggal.
Apa kerjamu KOMDIS…? lagi – lagi asas pra duga tak bersalah selalu di kedepankan, ini pula yang keluar dari mulut seorang ketua KOMDIS, Andi Darusssalam Tabussala. Apa pun alasannya kelakuan minus pemain sepak bola nasional tidak di benarkan, saya berharap orang – orang yang terlibat di beri sangsi berat. Karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi di sepak bola nasional.
Apakah mental pemain sepak bola kita sudah serendah itu, ingin atau sengaja mencederai musuh di lapangan hijau. Apakah pertandingan sepak bola di tanah air harus selalu rusuh, sekali lagi KOMDIS…apa kerjamu ? mana prestasi mu KOMDIS…? sayang PSSI di pegang orang – orang yang tidak berkompeten dan cinta dengan sepak bola tanah air.
Saya, mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Almarhum Jumadi Abdi dan juga kepada keluarga PKT Bontang. Semoga keluarga tetep tabah dan ikhlas melepas kepergian Jumadi. Dan, semoga pihak – pihak yang bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut di berikan sangsi yang berat. Dan, ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjunjung FAIR PLAY.

info gambar : BOLA – OLE NASIONAL
March 20, 2009 at 3:35 am
itulah Indonesia coy!
March 20, 2009 at 4:54 am
Dany tarkas mantan pemain persim maros pernah di psm maennya emang kotor…apa mentang2 mantan pemain pencak silat…pemain kotor…supporter rusuh…komplit
March 20, 2009 at 7:49 am
ini akibat dari komdis yang tidak pernah memberi hukuman tegas pada pemain yang melakukan pelanggaran. Walaupun telah diberi hukuman tetap saja dapat dikurangi bahkan dihindari melalui komisi banding….
Semoga peristiwa ini dapat menjadi pelajaran penting bagi pssi, setidaknya harus mencontoh FA nya inggris. Pelanggaran sekecil apapun pasti akan diberi hukuman yang membuat jera para pemain dan berpikir 2x jika mau bertindak nakal,,,,….
JAYA SEPAKBOLA INDONESIA…..!!!!!
March 23, 2009 at 5:01 am
pemain bola kaya gini, pssi mau jadi penyelenggara piala dunia. target yang deket dulu benahi semua organisasi, tegakkan peraturan. masa pelatih hajar wasit cuman alasan gak puas, masih bebas… masuk bui tuh karena udah pidana, apalagi si dany kbarnya gak ada lagi tuh…
March 23, 2009 at 7:03 am
weleh2 uda liat video d youtube, mantaff ya main bola kaya gt bola kagak ada perut yang dihajar hbs itu tidak nampak penyesalan lagi malah protes di beri kartu kuning syukur kuning nda 3 kartu sekaligus yg keluar, emank wasit jd malaikat pencabut nyawa dan dany tarkas jadi algojo pencabut nyawanya, komplit dech…..PSSI dan Komdis jadi dewa bola yg hanya menonton aja asyikkk kaleeeeee……….dasar GOBLOk semua
July 6, 2009 at 1:31 am
pemain indonesia ndak pernah lihat liga itali