Sandrina: Nggak Pernah Dapat Informasi Minuman Berkarbonasi
Pemandu acara Sandrina Malakiano (36) mengaku nggak pernah dapat informasi tentang kebaikan minuman berkarbonasi. Ia pun tak secara khusus mencari informasi soal minuman berkarbonasi. “Saya enggak pernah secara khusus mencari informasi tentang minuman berkarbonasi.” ujarnya.
Sebaliknya, “Ibuku membiasakan kami dengan pola makan dan hidup sehat,” lanjut istri pengajar dan peneliti Eep Saefulloh Fatah (40) dan ibu dari Keysha Alea (5) ini.
“Makan permen pun hanya boleh setiap Minggu, karena permen manis dan gula yang berlebihan enggak baik untuk kesehatan,” imbuhnya. “Kalau mau meminum minuman sari buah, itu pun harus yang natural, enggak pakai pengawet,” katanya lagi.
Sandrina memprioritaskan air putih sebagai minumannya. “Paling-paling, saya cuma dapat promosi umum, bahwa minuman bersoda merupakan pendamping yang menyenangkan untuk makanan,” kata Sandrina.
Kebiasaan menyeruput minuman berkarbonasi di Indonesia masih sangat terbatas dibandingkan dengan di luar negeri. Hal ini bisa jadi karena disebabkan kurangnya informasi yang benar mengenai minuman berkarbonasi. Berbagai isu negatif beredar di seputar minuman itu, tanpa diketahui kebenaran maupun sumbernya.
Minuman Berkarbonasi Bisa Tingkatkan Asupan Cairan Kedalam Tubuh
Jakarta, 20 November 2007
Variasi dalam konsumsi minuman sehari-hari termasuk konsumsi minuman berkarbonasi mampu meningkatkan jumlah asupan cairan kedalam tubuh.
Prof. DR Made Astawan, MS, Guru Besar dan Pakar Ilmu dan teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa selain fungsi fisiologis, minuman dapat memberi efek sensoris melalui penambahan rasa, warna serta manfaat tambahan selain fungsi hidrasi. Proses pemberian nilai tambah dalam beragam produk minuman modern sekarang ini mampu merangsang peningkatan konsumsi cairan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sehari-hari.
”Tubuh manusia perlu cairan. Kebutuhan cairan bagi orang dewasa normal adalah 1 ml per kilokalori energi, yaitu sekitar 2.000 – 2.500 ml/hari. Kebutuhan tersebut akan meningkat pada kondisi tertentu, seperti pada cuaca yang panas, sedang beraktivitas berat, kondisi demam atau stress. Dari total kebutuhan tubuh akan cairan, 80 persennya dipenuhi dari minuman (beverages), sedangkan 20 persen sisanya dari makanan (sayur, buah, dan lainnya),” jelas Prof. Made Astawan.
Dalam perkembangan peradaban manusia, selain ’air putih’, berbagai cara dilakukan untuk menambah kenikmatan dalam mengkonsumsi minuman termasuk melalui penambahan variasi rasa, ”Tubuh manusia perlu cairan. Kebutuhan cairan bagi orang dewasa normal adalah 1 ml per kilokalori energi, yaitu sekitar 2.000 – 2.500 ml/hari. warna maupun kemasan. Banyak bangsa di dunia ini yang memiliki budaya minum serta jenis minuman yang khas. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk meminum lebih dari ’sekedar air’ dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Dalam kehidupan modern, didorong oleh kebutuhan akan pola hidup yang praktis dan cenderung serba cepat, industri minuman modern menjadi semakin berkembang dan menawarkan semakin banyak jenis, rasa serta kemasan. Aneka minuman ringan (termasuk kola, minuman rasa buah, jus, teh, susu) yang tersedia baik dalam bentuk berkarbonasi maupun tidak berkarbonasi berguna dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi minuman sehari-hari.
”Minuman, apa pun jenisnya, mempunyai peran penting untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat, urin dan juga pernapasan. Di negara-negara tropis, seperti Indonesia, keberadaan minuman ringan berkarbonasi telah lama hadir dan beredar dipasar. Selain kandungan air didalamnya yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai pengusir rasa haus, minuman berkarbonasi juga memiliki nilai intrinsik (emosional) karena memberikan rasa dan kesegaran khas yang disukai konsumennya,” kata Rhadeya Setiawan, Scientific and Regulatory Affairs Manager, PT Coca-Cola Indonesia.
Air soda memiliki rumus kimia H2CO3. Untuk membuat air soda, komponen yang paling penting adalah air dan gas karbondioksida. Air soda memang dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida (CO2) ke dalam air. (***/KCM)
Artikel diambil dari www.kompas.co.id