Surat kepada sahabat
Kemarin aku pergi dan datang ke kotamu, sahabat
Untuk melihat dan bertegur sapa kepadamu…
Seperti yang biasa kita lakukan di waktu lalu,…Hi…
Apa kabar dan segala macam kata – kata yang biasa kita lakukan
Jika kemarin aku datang ke kota mu, dan ingin bertemu kamu.
Karena kamu adalah sahabatku,.karena aku menghargai kamu
Aku teringat akan halaman rumah kamu dan setiap pohon yang ada
di halaman rumah kamu, dan bagaimana tata letak kursi dan bangku
yang membosankan mataku ada disana, yang selalu ada debu disana..
Aku coba ketuk pintu rumah kamu, dan seperti biasa aku lakukan bell itu
aku tekan..ting tong…ting..tong…ting…tong
Tak ada jawaban , tak ada orang keluar, tak ada tanda – tanda kehidupan
untuk membuat aku masuk dan duduk di halaman rumah kamu.
Padahal aku tahu, kamu ada disana, kamu ada di dalam rumah kamu..kamu liat
aku ada di pintu halaman rumah kamu…tapi kamu diam, dan tak beranjak dari rempat kamu berdiri..
Apakah sudah tak ada pintu buat aku di rumah kamu..
Apakah sudah tak ada kursi lagi yang bisa buat aku duduk disana..
Apakah aku sudah menjadi orang lain, dan tak pantas masuk rumah kamu.
Sekali lagi aku coba membunyikan bell pintu rumah kamu..ting…tong…ting…tong
Sekali lagi,,, masih ada tak ada pintu buat aku masuk,,,
Sahabat,,, mungkin ada jawaban dari ini semua suatu saat nanti,
Aku pergi,,, dan semoga debu yang mengotori kaki ku bisa aku bersihkan,,dan
tak mengotori tubuh ku, sehingga aku masih tetap bersih..
Nyanyian pagi hari buat Sahabat,,,